Friday, July 10, 2015

The Four Letter Word

Pengalaman menjadi seorang pensyarah banyak memutar kembali memori sebagai seorang pelajar satu masa dulu. Dari mata seorang yang lebih dulu makan garam, andai saya terlihat seseorang pelajar membuat kesilapan pilihan dalam hidupnya, ingin sekali mulut ini menegur. 

Benarlah kata orang tua-tua, pengalaman mendewasakan kita.

Pada usia muda, sikap terburu-buru membuat keputusan dan sikap bahawa 'aku sahaja yang betul' dan 'aku tak perlukan pertolongan orang lain' memang ada. Dan kita bawa sikap ini dalam penjelajahan cabaran kehidupan. Hingga akhirnya pada satu tika dan waktu, dengan kekecewaan kita ketemu.

Namun pada saat kita sedar hakikat yang baru, waktu telahpun berlalu. Tidak mampu lagi kembali mengubah apa yang berlaku. Pilihan yang tersilap itu kini menjadi kesal di kalbu.

Satu masa nanti, duhai pelajar, akan kau mengerti jua. Dan kelak kecewamu, sesalmu, tidak lagi berguna. Kemudian barulah kau cuba pulang mencari mana silapnya. Pulang mencari nasihat mereka-mereka yang kau fikir tidak bermakna. Pulang mencari damai jiwa. Pulang semula, mencari nilai dan harga. Mencari selesa. Mencari titik di mana kau bermula.





"Coming Home"

It's a four letter word
A place you go to heal your hurt
It's an altar, it's a shelter
One place you're always welcome
A pink flamingo, double wide
One bedroom in a high rise
A mansion on a hill
Where the memories always will
Keep you company whenever you're alone
After all of my running
I'm finally coming

Home - the world tried to break me
I found a road to take me
Home - there ain't nothing but a blue sky now
After all of my running,
I'm finally coming... Home

Well they say it's where the heart is
And I guess the hardest part is
When your heart is broken
And you're lost out in the great wide open
Looking for a map
For finding your way back
To where you belong
Oh well that's where I belong
comments powered by Disqus